• Minggu, 27 November 2022

Perbedaan kehidupan zaman dulu dan zaman sekarang

- Minggu, 25 September 2022 | 23:48 WIB

Zaman dulu, sungai punya berbagai fungsi; tempat mandi, tempat buang air, serta mencuci pakaian. Jika ingin untuk membersihkan diri, orang dulu, termasuk generasi yang tahan banting.

Bayangkan, alat mandi mereka waktu itu adalah batu dan pecahan genteng untuk merontokkan kotoran yang menempel pada badan. Sedangkan zaman sekarang, kita sudah menemukan suatu alat yang bisa menjadi pengganti batu dan pecahan genteng, yang fungsi semulanya sama yaitu buat membersihkan badan dari kotoran yang menempel pada badan, dan alat itu dinamakan ; sabun.

Sementara untuk menggosok gigi, mereka (generasi zaman dulu) pakai arang kayu, tanah liat, atau batu bata. Entah resep dari mana, tapi yang jelas orang-orang zaman dulu terbukti punya gigi yang kuat. Berbeda dengan zaman sekarang yang telah beredar banyak di pasaran bermacam-macam brand pasta gigi dari mulai pepsodent, sensodent, close up, ciptadent, dan lain sebagainya. Tapi meskipun begitu, pada zaman tempat kita hidup yang sekarang ini, malah banyak keluhan orang sakit gigi. Duh..

Baca Juga: Peretas belasan akun redaksi Narasi diduga sama?

Di sisi lain juga, kita sekarang disuguhi beraneka ragam pilihan shampo, mulai dari sunslik, pantene, rejoice, atau apalah itu, yang tentu saja nama-nama brand ini tidak terdapat di zaman dahulu. Shampo mereka (generasi dulu) ternyata hanya terbuat dari batang padi (merang). Lagi-lagi mereka punya cara kreatif memanfaatkan potensi alam sekitar. Tidak demikian dengan orang zaman sekarang.

Untuk hiburan, orang dulu tak punya banyak pilihan. TV hitam-putih termasuk benda mewah kala itu dan tak semua orang mampu membelinya. Berbeda juga dengan zaman sekarang yang semua serba mengandalkan teknologi canggih seperti gadget, smartphone, pc, laptop dll

Baca Juga: Pentingnya Niat Dalam Ibadah

Merambah kepada hal lainnya, termasuk dengan cita-cita, kalo orang zaman dulu punya cita-cita ingin menjadi polisi atau kepala desa, mereka hanya diminta untuk mengisi dokumen atau formulir dan memenuhi syarat tentang cita-citanya dan itupun bisa dibilang mudah jika dibandingkan dengan zaman sekarang yang semua serba dipersulit. Seperti harus memiliki ijazah ini lah, ijazah itulah, dan yang terpenting dan yang paling utama harus mempunyai "orang dalam". Wkwkwk. 

Bahkan perbedaan zaman dulu dan zaman sekarang itu juga mencakup pemikiran para orang tua buat mencarikan pendamping hidup untuk anaknya. Kalau zaman dulu, para orang tua mencari menantu cukup yang berilmu, lebih-lebih bergelar santri. Sedangkan di zaman sekarang, para orang tua mencarikan pendamping hidup anaknya harus yang pelayaran, atau paling tidak, bergelar pelajar yang tinggi seperti Sarjana.

Halaman:

Editor: Ahmad Kaab

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar Budaya dari Piala Dunia 2022 Qatar

Senin, 21 November 2022 | 07:52 WIB

UTS berkelompok tuh motivasinya apa sih?

Selasa, 15 November 2022 | 10:47 WIB

Janji Ga Titip Absen?

Senin, 7 November 2022 | 11:55 WIB

Trend "Kamu Nanya" menjadi keresahan Netizen +62

Senin, 7 November 2022 | 11:25 WIB

Haruskah ada razia kondom?

Rabu, 2 November 2022 | 23:52 WIB

Dilema santri di masa depan dan yang akan datang?

Minggu, 9 Oktober 2022 | 23:25 WIB

Kata orang..!

Minggu, 9 Oktober 2022 | 23:12 WIB

Sebuah curhatan semoga ada yang membacanya

Minggu, 9 Oktober 2022 | 22:46 WIB

Sekelumit tentang KH Mursyid Masduki atau Ba Mor

Kamis, 6 Oktober 2022 | 11:14 WIB

Kisah nyata keajaiban memaafkan (part 2)

Selasa, 27 September 2022 | 22:33 WIB

Kisah nyata keajaiban memaafkan (part 1)

Selasa, 27 September 2022 | 22:02 WIB

Catatan perjalanan 6 jam dari Malang ke Bangkalan

Senin, 26 September 2022 | 10:35 WIB

Perbedaan kehidupan zaman dulu dan zaman sekarang

Minggu, 25 September 2022 | 23:48 WIB

Mbah Hari, Tok Dalang Kami

Minggu, 25 September 2022 | 11:47 WIB
X