• Minggu, 27 November 2022

Mbah Hari, Tok Dalang Kami

- Minggu, 25 September 2022 | 11:47 WIB
Mbah Hari
Mbah Hari

Sedikit aku ceritakan tentang sosok yang luar biasa, yang mengorbankan semua waktu, harta, dan tenaga untuk melukis senyuman di wajah-wajah keluarga. Dialah Mbah Hari. Mbah kami yang sangat suka dengan anak kecil. Herannya, anak-anak kecil pun merasa terikat dengannya.

Seringkali Mbah Hari mengajakku berkeliling di waktu kecil, setiap kali aku dan adik-adikku pergi ke desa tempat Mbah Hari tinggal. Dia pasti mengajakku melihat persawahan, menonton lomba karapan sapi, pergi ke pasar malam, mandi di sungai, dan lain sebagainya. Sungguh, dia orang yang selalu ingin melihatku bahagia.

Mbah Hari memiliki cukup banyak hewan ternak, mulai dari ayam, bebek, angsa, kambing, hingga sapi. Entah itu merupakan pekerjaan atau memang hobi, aku tidak tahu. Yang pasti, beliau sangat lihai dalam merawat hewan-hewan tersebut.

Baca Juga: Serunya kecerdasan naturalis

Suatu kali, beberapa tahun silam pada saat ulang tahunku yang ke-7. Perlu kalian tahu bahwa aku adalah anak yang tak terlalu peduli dengan perayaan ulang tahun, sehingga hanya orang-orang terdekat yang memberiku ucapan atau hadiah sederhana. Karena sejak kecil aku dididik orang tua agar selalu bersyukur, perbanyak do'a dan evaluasi diri di hari ulang tahun.

Uniknya, Mbah Hari mengetahui ulang tahunku dan beliau memberikan hadiah yang berbeda dari siapapun. Beliau memberiku seekor ayam kecil yang terikat tali di lehernya, seperti hewan peliharaan umumnya agar tidak mudah lari dan dapat dituntun kemana-mana. Aku sangat suka hadiah itu, begitu unik dan mengesankan, sehingga kenangan itu masih terlukis jelas dan Indah dalam benakku sampai saat ini, maasyaaAllaah...! Betapa bahagianya aku kala itu.

Baca Juga: Tips mengoptimalkan kecerdasan intrapribadi atau intra personal

Seperti yang aku katakan di awal, Mbah Hari adalah orang yang melakukan apapun untuk kenyamanan keluarga, bahkan dalam hal yang sepele sekalipun seperti memasang lampu, memperbaiki perabotan, membelikan gas elpiji, beras, gula, dan lain-lain. Sambil membeli kebutuhan itu, beliau selalu menyempatkan diri untuk membeli jajanan ataupun es krim untukku dan adik-adikku. Sungguh Mbah yang sangat perhatian.

Hampir semua kebutuhan keluarga besar kami, perbaikan alat-alat, berbagai keperluan besar hingga sepele dilakukan oleh Mbah Hari. Bahkan beliau rela mengantar adik-adik sepupuku setiap hari ke sekolah yang sangat jauh, sekitar 18 kilometer dari rumah mereka, melintasi dua kecamatan. Sebab sekolah adik-adikku di kecamatan kota, sementara tempat tinggal mereka bersama Mbah Hari di kawasan kecamatan lain. Belum lagi di sore harinya Mbah juga yang mengantar mereka untuk madrasah diniyah dan mengaji di malam hari.

Halaman:

Editor: Ahmad Kaab

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar Budaya dari Piala Dunia 2022 Qatar

Senin, 21 November 2022 | 07:52 WIB

UTS berkelompok tuh motivasinya apa sih?

Selasa, 15 November 2022 | 10:47 WIB

Janji Ga Titip Absen?

Senin, 7 November 2022 | 11:55 WIB

Trend "Kamu Nanya" menjadi keresahan Netizen +62

Senin, 7 November 2022 | 11:25 WIB

Haruskah ada razia kondom?

Rabu, 2 November 2022 | 23:52 WIB

Dilema santri di masa depan dan yang akan datang?

Minggu, 9 Oktober 2022 | 23:25 WIB

Kata orang..!

Minggu, 9 Oktober 2022 | 23:12 WIB

Sebuah curhatan semoga ada yang membacanya

Minggu, 9 Oktober 2022 | 22:46 WIB

Sekelumit tentang KH Mursyid Masduki atau Ba Mor

Kamis, 6 Oktober 2022 | 11:14 WIB

Kisah nyata keajaiban memaafkan (part 2)

Selasa, 27 September 2022 | 22:33 WIB

Kisah nyata keajaiban memaafkan (part 1)

Selasa, 27 September 2022 | 22:02 WIB

Catatan perjalanan 6 jam dari Malang ke Bangkalan

Senin, 26 September 2022 | 10:35 WIB

Perbedaan kehidupan zaman dulu dan zaman sekarang

Minggu, 25 September 2022 | 23:48 WIB

Mbah Hari, Tok Dalang Kami

Minggu, 25 September 2022 | 11:47 WIB
X